Pagi ini saya ada janji sama klien untuk membawakan dokumen. Kebetulan jalan untuk kerumahnya melewati ATM BCA dan kebetulan juga saya ada keperluan untuk menarik uang. Jadi dalam perjalanan ke rumah klien tersebut, saya mampir di sebuah ATM BCA di Jalan Erlangga Gianyar.
Saat itu ATM lumayan ramai, jadi saya mesti antri. Saat nunggu giliran, seorang bapak2 menghampiri saya, dia bawa uang 50 ribuan satu bendel dan minta supaya saya meminjami dia kartu ATM. Katanya mau setor tunai tapi dia gak punya ATM. Wajahnya memelas dan bilang dia harus transfer uang itu segera. Saat itu saya lagi buru2 dan untung saja masih bisa berpikir jernih, jangan2 ini modus baru penipuan... Saya tolak dan saya bilang saya mau buru2 (emang bener sih, saya lagi mau ke rumah klien untuk bawain dokumen)..
Sebelumnya dia sempat minta tolong kepada seorang bapak2 yang ada disana. Tapi bapak2 itu menolak dan kemudian dia sibuk menarik uangnya. Orang2 disana yang melihat juga ikut2an menolak untuk menolong si bapak itu, rupanya mereka juga mempunyai kecurigaan yang sama seperti saya karena pakaian orang itu seperti orang lokal (pakai kamen, dsb), tapi gesture dan logatnya sama sekali tidak mirip orang lokal..
Sampai saya meninggalkan lokasi ATM tersebut orang itu masih disana. Saya pergi sambil berdoa seandainya orang itu memang berniat menipu.. semoga setiap orang yang masuk ke ATM tersebut dihindarkan dari penipuan..
Hal ini kembali mengingatkan kita supaya selalu waspada di setiap kesempatan. Mungkin saja bapak tadi bukan penipu, tapi tidak ada salahnya kita waspada..
Tampilkan postingan dengan label Penipuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penipuan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 29 Desember 2012
Jumat, 04 November 2011
Hampir Kena Penipuan atas nama PT. Telkom
Jumat 28 Oktober jam 2 siang telepon rumah berdering. Bapak saya yang lagi menemani Basudewa bermain di dekat pesawat telepon langsung mengangkatnya, Saat itu saya lagi bikin mie kesukaan saya. Saya tidak mendengar dengan jelas percakapan mereka, tapi saya tahu Bapak menaruh gagang telepon, kemudian menghampiri saya ke dapur.
"Tolong catat nomor teleponnya. Itu dari Kantor Telkom Gianyar. Nomor telepon kita terpilih mendapat penghargaan dari Telkom dalam rangka hari Sumpah Pemuda. Hadiahnya Kulkas 2 pintu dan uang Rp. 5juta", kata Bapak kepada saya.
"Ah, jangan dipercaya, emang itu benar dari Telkom? Suruh dia kirim aja barangnya kesini", jawab saya dengan enggan. Hari gini mah banyak penipuan, jangan keburu ngiler deh diiming2i hadiah....
"Sudah Bapak suruh bawa ke sini, tapi orangnya minta kita menghubungi kantor Telkom Gianyar. Dia minta kita catat nomornya... Ayo ambil kertas dan pulpen.." Ya sudah, supaya Bapak nggak kecewa, saya akhirnya ke tempat telepon. Dan inilah percakapan saya dengan orang itu:
Saya : "Halo..."
Si Penelepon : "Halo.. siang bu, tolong dicatat nomor telepon kantor pusat Telkom Gianyar yaa.. Ini
nomornya: 0881xxxxxxx"
Saya : "Ok, dengan siapa nanti saya harus bicara?"
Si Penelepon : "Ibu bisa bicara dengan Kepala Telkom Gianyar, Bapak Dewa Prastika. Mohon segera ya,
Bu. Karena waktu kita sempit, supaya hadiahnya bisa dikirim sore ini".
Saya : "Oh baik Pak, trimakasih.." kemudian telepon saya tutup.
Bapak dibelakang saya dengan semangat minta saya menghubungi nomor tadi. Aduuh, Bapak ini gimana sih, ini yang dikasi sama dia kan nomor HP, mana mungkin Kantor Telkom pakai nomor HP... Gini aja deh, saya tanya dulu ke temen saya yang di Telkom, bener gak sih Telkom lagi ada promo atau bagi2 hadiah..
Dan inilah konfirmasi dari teman saya:
100% betul ini penipuan. Pertama, kenapa yg dihubungi harus nomor HP 088 (fren) padahal yg ngadain undian Telkom. Kedua, kepala Telkom Gianyar pak Ketut Sudarsana. Jadi ya penipuan...
Ternyata Ibu teman saya juga pernah dapat telpon semacam ini, bahkan beliau sudah hampir membeli voucher Simpati 100rb 4 buah (disuruh nyiapin sama si penelepon, emang apa hubungannya undian Telkom sama kirim voucher Simpati???). Untung si penjual voucher ngingetin, akhirnya si Ibu nelpon temen saya dan selamatlah beliau dari penipuan..
Ahh.. ada2 saja cara2 orang untuk menipu..
"Tolong catat nomor teleponnya. Itu dari Kantor Telkom Gianyar. Nomor telepon kita terpilih mendapat penghargaan dari Telkom dalam rangka hari Sumpah Pemuda. Hadiahnya Kulkas 2 pintu dan uang Rp. 5juta", kata Bapak kepada saya.
"Ah, jangan dipercaya, emang itu benar dari Telkom? Suruh dia kirim aja barangnya kesini", jawab saya dengan enggan. Hari gini mah banyak penipuan, jangan keburu ngiler deh diiming2i hadiah....
"Sudah Bapak suruh bawa ke sini, tapi orangnya minta kita menghubungi kantor Telkom Gianyar. Dia minta kita catat nomornya... Ayo ambil kertas dan pulpen.." Ya sudah, supaya Bapak nggak kecewa, saya akhirnya ke tempat telepon. Dan inilah percakapan saya dengan orang itu:
Saya : "Halo..."
Si Penelepon : "Halo.. siang bu, tolong dicatat nomor telepon kantor pusat Telkom Gianyar yaa.. Ini
nomornya: 0881xxxxxxx"
Saya : "Ok, dengan siapa nanti saya harus bicara?"
Si Penelepon : "Ibu bisa bicara dengan Kepala Telkom Gianyar, Bapak Dewa Prastika. Mohon segera ya,
Bu. Karena waktu kita sempit, supaya hadiahnya bisa dikirim sore ini".
Saya : "Oh baik Pak, trimakasih.." kemudian telepon saya tutup.
Bapak dibelakang saya dengan semangat minta saya menghubungi nomor tadi. Aduuh, Bapak ini gimana sih, ini yang dikasi sama dia kan nomor HP, mana mungkin Kantor Telkom pakai nomor HP... Gini aja deh, saya tanya dulu ke temen saya yang di Telkom, bener gak sih Telkom lagi ada promo atau bagi2 hadiah..
Dan inilah konfirmasi dari teman saya:
100% betul ini penipuan. Pertama, kenapa yg dihubungi harus nomor HP 088 (fren) padahal yg ngadain undian Telkom. Kedua, kepala Telkom Gianyar pak Ketut Sudarsana. Jadi ya penipuan...
Ternyata Ibu teman saya juga pernah dapat telpon semacam ini, bahkan beliau sudah hampir membeli voucher Simpati 100rb 4 buah (disuruh nyiapin sama si penelepon, emang apa hubungannya undian Telkom sama kirim voucher Simpati???). Untung si penjual voucher ngingetin, akhirnya si Ibu nelpon temen saya dan selamatlah beliau dari penipuan..
Ahh.. ada2 saja cara2 orang untuk menipu..
Langganan:
Postingan (Atom)